Di balik jeritan Ambulan

***
        Tak ada seorang pun yang mengetahui kapan Ajal menjemput, mungkin Kita hanya bisa menyebut sebuah "prasangka" melalui Mimpi, sikap, sifat maupun hal aneh yang muncul dalam benak kita terhadap orang yang telah mendahului Kita, itu pun kita menyadari nya setelah kejadian tsb berlalu. Aku mengutip Kisah dari pengalamanku sendiri, baru ini rasanya kehilangan. (bukan kehilangan pacar, atau benda yg paling berharga, namun saudara/Adik kecilku dulu "namanya Ibnu Subri"). bayangkan saja, Kami lost relation sejak Aku memasuki Sekolah tingkat pertama (tepatnya di Mts. Darus Shofa, Kandis) dann... sebelumnya masa-masa Aku SD pun (SDN.005 Desa Makmur) Kami bahkan jarang saling bertemu dan bermain bersama dulu, dengan alasan kendaraan dan jarak yang cukup jauh, dan hubungan orang tua yang saat itu agak renggang. seusia ku dulu tempo 2009, aku ingat jelas dan pernah berucap ke Ibu, "rasanya udah lama banget kita gak main ke rumah Om Menli/Ibu dewi ya Mak" .. eh*Ibnu dan Indi (adik Alm.) udah segede' apa mereka sekarang?? wah, wah.. inget banget dulu kejar-kejaran disamping rumah Oom trus panjatin pokok Jambu biji dan rambutan". Aku lagi ngunyah sambil membayangkan wajah Ibnu dan Indi. "Hmm, kemaren waktu ke pasar Mamak ada jumpa Bu dewi' beli ikan", "jawab mamak tengah sibuk di dapur". 
Akhir tahun 2013 kemaren, sekitar bulan Oktober (kalo tak salah) Mamak dengan salah seorang tetangga pergi ke PMKS (perumahan kelapa sawit) cari jamur janjangan kesukaan kami (lagi musim jamur saat itu) dan kawasannya tepat disebrang rumah Oom. hingga singgah sebentar kerumah oom dan disitulah awal silaturahmi mulai terjaga kembali. sejak esoknya, saat-saat waktu libur pun atau malam minggu kami sering kerumah Oom/Ibu sekadar untuk mengobrol dan saling membagi yang ada (kadang Ibuku bawa sayur, atau saling barter keduanya). Wah, si Ibnu udah besar ganteng kali, baik, sopan dan rajin (kalo dirumah dia lah yang bantu Ibunya), kata Adikku nomor dua yang kerap dekat Alm saat itu. banyak cerita dan kenangan tentang Adikku yang ini, adik saudaraan maksudku. hampir dikelas dia sosok yang banyak dikagumi teman ceweknya.
Alm. Ibnu Subri (Ganteng-Julukan Teman dan Guru kelasnya)
***
Malam awal tahun baru (2014) kemarin Kami kumpul bersama (dua keluarga) dirumah Oom dengan pesta durian dan panggang ayam, bener-bener rame. penuh canda, tawa dan gokil. mungkin inilah akhir kami berkumpul utuh dgn Alm. aduh, kalau diingat dan dikenang rasanya dia masih ada disamping kami dan msh terdengar suaranya yg jelas merengek minta degan (kelapa muda). yah, ampuun. :'(( semoga Allah menempatkan mu ditempat yg damai dan tenang yah dekk.. :) :'(

Tepat ditanggal 19 Januari 2014 lalu, Anak, Adik, dan teman Kami-Kita meninggalkan dunia untuk selamanya. Kesedihan, isak tangis dan keharuan menyelimuti bathin dan hati kami semua. Terlebih sang Ibu yang merasa berat untuk melepaskan Anak kesayangannya ini. :’(. Di usiany yang akan genap 14Tahun tepat di tanggal yg anyal “29 Februari 2014” (4 tahun sekali baru bertemu tgl 29 dikalender Masehi). Saat itu, Alm bersama teman sekolahnya di hari Minggu pergi memancing yang daerahnya bener-bener jauh (Phonton-Langgam) dan sertu (jalan pasir berbatu). Sebelum pergi, beliau sempat pamit dan wajah yang aku ingat saat itu, dia begitu murung, diam dan aneh-gak seperti biasanya. Dia duduk diatas pohon belimbing sambil mengukir kayu tulisan arab (Alm. Rajin mengukir disela-sela waktu luangnya) kala menunggu teman menjemputnya. Aku waktu itu gak sempet banyak anya, soalnya merapihkan jilbab yg ku kenakan berantakan bangett. 1 hari itu bener-bener aneh semuanya, termasuk Adikku pertama juga menemukan kejadian aneh dan ganjal dgn perasaannya, entahlah Kami tidak mengetahui saat itu. Tak ada yang bisa mencegah keberangkatan Alm, padahal itu kali pertamanya Alm pergi bermain dgn jarak yg jauh. 
***
dannn sore ituu... saat Kami akan kembali kerumah, kami dilambaikan tangan oleh Ayah untuk mengikuti jejak Ambulan. Spontan KAGET. "Ada apa, siapa?" Was-was sekaligus penasaran.
saat tiba di RSUD Selasih (Desa Makmurr) Kami melihat kerumunan orang terisak nangis menyebut nama Ibnu. ?????Haaa????? dan disitu terlihat Kami sang Ibu Alm. sudah tergeletak pingsan, sedangkan Ayah/Oom dan Adik Alm. menjerit menyesal menyebut nama Ibnu.
Langkah kaki petugas RS secepat mungkin mendorong ranjang Jenazah Alm.Ibnu ke dalam Ambulance untuk diantarkan kerumah keluarga duka. "Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raaji'uun". Kami (Aku, Adik nomor dua, dan Sepupu kecilku) sungguh tak dapat membayangkan kesedihan saat itu, hingga melongo dan menganga tak percaya. pasalnyasaat itu kawasan sungai kecil (tempat Alm dkk mancing) sedang Banjir sedalam 5M. Menurut cerita yang mengetahui kejadian ini, Alm tenggelam sudah lebih dari 15menit dan pertolongan dari RSUD sangat lambat karena jarak yg jauh dan sinyal agak kurang, sempat dirujuk ke ruang medis pun Dokter tak dapat membantu banyak. Alhasil, kembali pada yang Maha menciptakan Makhluk.
Pasca 7Hari meninggal Alm, Kami semua melihat tempat kejadian. sebenarnya ada foto yg tersimpan, tapi aku tak sempat menyimpan di gallery HP-Ku. (memory kecil). disana Kami juga bertemu dengn orang yang menolong Alm mengangakat ke darat. mereka bilang saat itu nafas Alm masih ada dan badannya masih agak panas, hanya karena tanganan medis dokter aja yang begitu lambat. Kami juga sempat kesal dan hampir klaim RSUD ini tidak memperhatikan pasiennya. Namun, Kami juga tak menyalahkan Takdir. walaupun ini begitu berat kami terima, terlebih kepada Kakek dan Nenek yang sangat menyanjungkan nama Alm. 
Nah, hingga sekarang setiap kali Aku mendengar jeritan ambulance. Aku kembali pada memory ini. begitu jelas suaranya ditelingaku, Isak Tangis keluarga dan Wajah Alm yang ganteng. Semoga Allah menempatkanmu disisi-Nya. Kami selalu berdo'a yang tebaik untukmu disana, dear..Ibnu Subri:) Kami merindukanmu... 

Pangkalan Kerinci, 11 September 2014. 


Tag : Pengalaman
0 Komentar untuk "Di balik jeritan Ambulan"

Koment aja sob selagi gratis, tapi jangan nyepam link hidup!

Back To Top