Siak – My Adventure


Sekapur Sirih

Ungkapan Syukur dan Ucapan Terimakasih terbesar untuk Teman dan Pengunjung Blogg Saya. Sakaligus Berlimpahan kata "Selamat" untuk Anda yang ingin membaca tulisan ini hingga akhir. Sebagai Orang Riau- walaupun bukan memiliki Suku Asli Melayu – Riau, tapi sungguh kebanggaan buat Saya untuk menunjukkan sikap Antusias terhadap Tamu di Blogg Page saya ini. Biasanya dalam hal pertemuan, atau acara besar di Riau, maka suatu Penghormatan besar diberikan kepada Para Tamu atau Hadirin nya melalui gerakan tari sekapur sirih, Dengan iringan music, syair, serta hati putih dan wajah berseri. Itulah kiranya yang menggambarkan Sekapur Sirih untuk Pengunjung/Tamu sekalian.

Good Reading…

Ini Aku (lagi Aksis di pinggiran Sungai Siak dengan latar Jembatan Siak) Keren kann?? :)

Hari Lebaran menjadi Pilihan Utama untuk ber-wisata ke Siak

Hari Lebaran merupakan Hari besar Umat Islam di seluruh pelosok dunia, tepat nya Lebaran Ied-Fitri tahun ini Saya bersama Teman-teman Alumni SD berniat untuk mengunjungi Objek Wisata di Siak (Siak Sri Indrapura).

Setelah melewati moment Reuni Alumni SD pada pertengahan Puasa kemarin (saya tidak hadir dengan alasan beribu macam), ternyata dirasa kurang pertemuan itu oleh salah satu teman kami (wajar saja, karena dia punya segudang rindu terhadap salah seorang teman kami, its maybe)  sehingga ia mengajukan usul untuk menjejakkan Kaki ke Tanah Siak. (soalnya nih temen belum pernah ke siak, tapi daerah wisata yang menarik di luar Riau hampir udah pernah dia potret-bahkan mungkin sering- gallery di ponsel nya sampe full-eksotis deh)

Malam itu, nada ponselku berirama memastikan kehadiranku untuk bersama mereka di Siak esok. Tanpa fikir panjang aku reply dgn jawaban “YA, Aku usahakan datang” walau sebelumnya Aku dan teman lainnya hampir setahun sekali check list ke siak. Ahaha.

Beranjak cepat ku ambil kunci motor untuk mengabari teman ku yang tepat bersampingan 3 rumah dari kediamanku. Tanpa basi-basi, aku berteriak girang di depan rumahnya bahwa kita akan reuni di siak. Cihuyyy..

Setelah dirunding dan mufakat bersama untuk kepergian besok, maka kami memutuskan untuk pergi bersama.

Mengapa harus ke Siak?? Toh, ada tempat yang lebih menarik dari Siak bahkan kalau kita kesana hanya numpang duduk, sekadar makan atau aksis foto aja kan??

Jelas… banyak memang wonderful place of Riau yang sudah memikat perhatian. Tapi alasan wajar yang bisa aku gadaikan adalah, jarak yang terjangkau dari daerah kami maupun waktu menempuh yang terbilang dekat (sekitar 2jam-an melalui Kendaraan pribadi)

Selain itu, Profil Siak yang utama adalah Jembatan nya yang panjang, Istana nya yang ber-sejarah, komplit ditambah dengan Masjid Agung yang sejuk.


Sekilas Siak

Peta Siak (dekat dengan kerinci, rumah-ku) sumber : Map Google

Siak merupakan salah satu kabupaten yang terdapat di Provinsi Riau dengan jumlah kecamatan 14 yang tercatat sensus pada tahun 2010 (sumber http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Siak) dan jumlah penduduk yang selalu naik setiap tahunnya, artinya banyak warga yang imigrasi dari luar daerah menuju kota ini-Hasil sensus terakhir menujukkan angka 377.200 jiwa. dengan hamparan wilayahnya seluas 8.556,09 km2  dan kawasan pesisir pantai nya yang berhampiran dengan Negara tetangga (Malaysia, Singapore). selain itu juga, Siak memiliki struktur tanah yang bagus dan subur untuk mengembangkan usaha pertanian, perkebunan dan perikanan.

Apa yang kamu kenali dalam tentang Siak?? 

Banyak orang menyebutkan “Sungai-nya”…
Ya, Siak merupakan Kota dengan kategori Sungai yang ter-dalam di Indonesia (kedalaman 30 meter)
Inilah yang cukup membanggakan Negeri Kecil Siak. Karya Tuhan yang tak dapat dibuat serupa oleh Makhluk Penciptaan-Nya. Indonesia begitu kaya dengan wilayah Perairannya yang menjadikan Perekonomian Penduduknya melalui tangan-tangan Nelayan. Tapi tidak meski demikian seperti kebanyakan Warga Kita malah merusak Lingkungan sekitar. Seharusnya kesadaran untuk memelihara dan melestarikan Perairan menjadi Tanggung jawab penuh Kita bersama, jangan hanya menyalahkan gerak pemerintah yang lamban.
Selain Sungai Siak, lalu apalagi??
Siak memang memiliki wilayah perairan yang luas. Diantaranya terdapat banyak Tasik (kawasan air luas dikelilingi daratan), dan danau yang berserak di beberapa wilayah kecamatannya. Lihat Nama Sungai dan Danau disini

Sejarah Siak

Konon, nama Siak diambil dari Jenis Tumbuh-tumbuhan yang terdapat di Siak saat itu. Dahulunya merupakan sebuah Kerajaan yang didirikan oleh Raja Kecik/Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah putera Raja Johor (Sultan Mahmud Syah) pada Tahun 1723 M saat itu pusatnya di Buantan (anak sungai Siak). Singkat cerita, pada Tahun 1889 berdirilah Istana Asseraiyah Hasyimiah (sekarang Istana Siak) oleh Sultan Syarif Hasyim (Sultan ke-11 pada Masa kepemimpinan kerajaan Siak). Dan kemudian mengalami pertumbuhan pesat pada ekonominya. Setelah beliau wafat, maka kepemimpinan diwariskan kepada anaknya yaitu Sultan Syarif Kasim Tsani (Sultan Syarif Kasim II). Bersamaan dengan itu lahir kemerdekaan Indonesia, dan berangkatlah beliau ke Batavia (Jakarta) untuk menemui Bung Karno (Ir. Soekanrno) sekaligus bergabung menjadi wilayah Republik Indonesia dengan menyerahkan Mahkota Kerajaan serta uang sebesar Sepuluh Ribu Golden. Namun saat itu Siak belum menjadi Kota, bahkan berada dikewenangan Kabupaten Bengkalis. Sejak Tahun 1999, barulah Kec. Siak menjelma menjadi Kab. Siak dengan Ibukotanya Siak Sri Inderapura berdasarkan UU No. 53 Tahun 1999.

Objek Siak yang Kami kunjungi

Perjalanan yang Jauh dan melelahkan itu hanya terucap semenit saja, dibandingkan dengan Pengalaman saat berada disana. Yaa Mungkin kalah dan terdengar biasa saja bagi Anda yang telah melewatkan perjalanan indah misalnya ke danau toba, candi Borobudur, gunung bromo, atau monas. Namun setidaknya, Aku pernah menemui objek dan wisata di Negeriku sendiri. (Negeri Melayu-Riau)
Alhamdulillah, kami tidak kehujanan. Walaupun agaknya, sedia payung sebelum hujan. (Masing** kami membawa Jaket).
1 hal yang aku suka, Jalan menuju ke siak ini begitu panjang lurus nya. Seandaianya tikar, ingin rasanya aku gulung. Tapi inilah uniknya.
Disana belum terdapat banyak bangunan dan daerah pemukiman, makanya agak terkesan sepi dan jarang halu-lalang bahkan, Kamu akan pasti melewati pemandangan hijau (hutan belantara) di tiap pinggiran jalan. hehehe

Jembatan Siak ( Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah)

Jembatan yang menghubungkan Ibukota Siak ini dengan kabupaten/kecamatan disekitarnya mempermudah akses transportasi dan salah satunya menjadi Icon Siak. Dengan ketinggian 23 meter, dan lebar 300 meter ditambah dengan dua menara yang mengapit sisi kanan dan sisi kiri (setinggi 80 meter) membuat Aku ingin berfoto ditengah jembatan tersebut (sayangnya gak boleh, dilarang polisi)
Kawasan pertama yang kamu temui disini sebelum melihat jantung kota siak, adalah gerbang nya jembatan ini. Nah, disana kamu bisa melihat lepas di sekitar jembatan yang dipenuhi air cokelat rasa tawar, hehe. 
Nanti kamu juga memandang takjub seperti kapal tanki besar (memuat minyak), tongkang (memuat kayu) atau speed boat lewat dan sampan kecil nelayan.
Gimana ? keren kan? 
Ini satu-satu nya jembatan modern di riau.
Turunkan gas kendaraan mu untuk menikmati se-isi perabotan jembatan nya yaa..



Masjid Agung Siak (Masjid Sultan Syarif Hasyim)

Setelah puas membulatkan mata pada pandangan jembatan, maka kamu akan memandang Masjid yang kubahnya biru dan menara nya yang tinggi. Masjid ini selalu ramai dan penuh, karena pendatang nya hampir selalu mampir kesini untuk melaksanakan sembahyang dan melepas lelah usai menikmati museum istana. Letaknya tak jauh dari tepi sungai dan jembatan.



Istana Siak Sri Inderapura

Setelah melewati keduanya, maka kamu tiba di pusat kota siak. Disana Banyak bangunan, ruko dan juga terdapat gedung/kantor bupati siak serta taman-taman yang memesona.
Kira-kira perjalanan 10 menit, maka kamu sudah pasti melihat istana berwarna putih yang bercorak melayu, arab dan eropa itu dan terdapat tugu burung elang yang melambangkan keberanian Istana ini. Ya.. Istana Siak yang menjadi sejarah kota tersebut.

"Kalo masuk pake tariff juga loh", sekitar 7ribu-12ribu. Tapi kamu mesti hati-hati, karena didalam banyak pengunjung sangat berdesak-desakan untuk mengambil foto dan melihat isi museum dalam istana. "Aku saja hampir pernah terjatuh di tangga naik ke atas lantai dua". Model Tangga nya berputar gitu dan membuat aku pusing. 
Ohya, di lantai pertama ruang depan kamu akan melihat patung raja bersama pengawal dan kandidatnya. Ini nih yang keren.


Museum dalam Istana (sumber : google. My Editing)

Aku cukup Bangga menjadi Warga Indonesia, dan khususnya menjadi Anak Melayu – Riau. Di kota-Ku yang kecil ini ternyata tumbuh sejarah dan budaya yang menjadikan Ikon popular di Mata Publik. Aku semakin cinta pada Negeriku-Indonesia. 

Pengalaman Makan Nasi Goreng dan Bakso di Siak


Sepanjang perjalanan menuju siak dan capek berputar keliling tempat, maka kami pun mampir di emperan sungai yang dekat dengan tempat jajanan. Kami akhirnya menyusuri satu-satu sambil memilah-milih tempat mana yang asyik kami tongkrongi. Perut lapar yang sedari-tadi hanya terisi angin, maka kami pun memesan menu nasi goreng special (teman-teman) dan bakso (Aku). Sambil menunggu makanan yang dihidangkan, kami pun ber-Selfie disamping sungai dengan latar jembatan. Hehe

Di Siak makanan dan jajan lainnya terbilang mahal, mungkin karena akses nya yang jauh dari perkampungan ke Kota. BBM pun langka disana, pasalnya waktu kami berhenti di SPBU, warningnya TUTUP. Terpaksa kami mengisi di minyak ketengan pinggir jalan.

Yang paling aku ingat adalah harga Nasi goreng dan minuman masing** kami porsinya sedikit dan harganya membludak dompet. Kami tertegun saat berada di meja kasir pembayaran. Sepanjang perjalanan pulang, dan ngobrol dirumah teman hingga status di facebook group pembahasannya adalah nasi goreng special. Untungnya, Aku makan bakso. hehehe (aku ditraktir)

berikut foto-Selfie Kami :


Hunian Hotel untuk Anda Wisatawan


Setiap kali saya datang ke kota ini, hampir banyak wajah asing yang saya temui. Namun gak pernah berani untuk berbincang dengan mereka sekadar gali potensi bahasa inggris. Hehhee. 

Oh ya untuk kamu sebagai pengunjung atau tamu dari luar daerah atau ingin menginap di Kota ini, jangan khawatir. Tentu saja ada wisma atau hotel disini. Namun, hotelnya terbatas (bukan hotel bintang lima). Karena dari segi pembangunan dan ekonomi, siak masih berusaha untuk menggarapnya. 

Nah, Jika Kamu kembali dari Siak dan terlalu capek untuk melanjutkan perjalanan pulang keluar daerah plus saku masih banyak, Riau-Kota ku menyimpan aneka Hotel yang bisa Kamu pilih sesuai kantongmu. 
Kamu bisa telusuri situs KlikHotel ini melalui ponsel mu atau laptop (jika kamu membawa).

Caranya, setelah tampil halaman depan Klikhotel, kamu bisa ketikkan kota, lokasi atau nama hotel kemudian enter/klik cari hotel. 




Setelah muncul daftar nama hotel. Kamu bebas melihat berdasarkan harga, atau ingin informasi review hotel, fasilitas, tipe kamar dan perbandingan/Alternatif dengan hotel lainnya. atau mau langsung booking??tidak masalah.

Zaman sekarang segala kebutuhan kita sudah tampil mudah dengan hanya akses internet. Jadi, tak perlu sulit untuk kamu menemukan hotel yang tepat sesuai keinginanmu. 
Klikhotel juga memudahkanmu untuk dapat menelusuri dimana hotel tersebut, langsung saja lihat peta hotel, tak perlu sulit kan untuk mengklik google map?

Dan jika kamu ragu dengan kesediaan hotel yang kamu pilih, kamu juga bisa menghubungi layanan CS (customer service).

Atau Kamu ingin mencari Hotel Gratis?? 

Tentu saja, klikhotel akan segara menemukan jawabannya. Klik saja disamping kanan atau kiri dari halaman depan

Gimana, Asyik bukan??...

Terimakasih telah mengunjungi Kota-Ku (Melayu-Riau). Lain kali mampir kesini lagi yaa… Aku setia untuk menjadi Body-guide Kamu.. ehehe

Jangan Lupa untuk tinggalkan jejak disini yaa…

Karena Berbagi Cerita itu sangat Indah..



Tulisan ini sebagai Wujud partisipasi dalam Kontes Blogg Competition "Indonesia Kebanggaan-Ku" yang diadakan oleh Klikhotel

Sumber Referensi : 
4 Komentar untuk "Siak – My Adventure"

Belum sampai ke Siak walau pernah dinas di Palembang selama 6 tahun
Cakep artikelnya
Semoga berjaya
Salam hangat dari Surabaya

Wah, lama juga yah Pakdhe di Palembang nya. :)
barusan check email, Aku kegirangan ada yg coment dan trnyata itu Pakdhe. :)
Makasih pakdhe atas kunjungannya..kembali semangatt untk ngeblog.

salam hangat jg pakdhe, dari Riau. :)

Aku tiga tahun di pekanbaru belum pernah ke tempat wisata di Siak shob
Tapi kalau ke rumah Rukaiya 2 minggu si udah.
Tulisannya bagus, kelihatannya di sana seru kalau rame-rame begitu.
Oya shob, boleh saran buat blognya?
Kalau bisa jangan banyak bling-blingnya, kata para blogger profesional, kg kayak gitu mengganggu banget. Terus gak usah pake lagu, apalagi kalau dipake buat lomba, bisa ngagetin juri. Kalau mau, kamu bisa download responsive template blogger, banyak kok yg gratisan dan keren. Semangat ngeblognya ya shob... sukses!

Tapi beruntung dong Kamu Shob udah ngunjungin tempat yg lebih keren dari Siak...hehe
lah kmren tempat rukaiyah gak diajak maen** ke Istana Siak Shob??
Iya sob, perjalann itu seru nya kalo bawa anggota banyakk.. heboh bingitt. :D
Haha iya nih shob kalah blogg nya...
pdahal waktu buat semangat 45 bgtt... smpe bingung buat artikel nya gimana..

Makasih yah Shob atas saran nya n udah ninggalin jejak disini..
Insyaallah dalam waktu sesingkat** nya Aku usahain buat ganti template.
masalahnya gak pinter sih shob design n kreatif gituu... :D :D :)

Koment aja sob selagi gratis, tapi jangan nyepam link hidup!

Back To Top