Review Film Air Mata Surga (2015)

Film ini sudah tayang bulan Oktober 2015 lalu di Bioskop seluruh Indonesia dan saat ini sudah dapat di download gratis dari berbagai web movie yang mempublishnya. Well, saya baru saja menamatkan film yang dibintangi oleh Richard Kevin dan Wanita berparas cantik berhijab, Sandra Dewi tersebut. Film bernuansa religi ini sukses membuat air mata saya berurai berkali-kali dan mungkin saya terlampau menghayati detik demi menit rangkaian film tersebut. Sebenernya film indonesia itu hampir settingan filmnya dan alur ceritanya sama, bedanya cuma actor, peran, tempat dan dibumbui serta ditambahin sedikit unsur ceritanya. Trus judulnya divariasiakan sedikit biar unik dan menarik penonton, termasuk saya loh. Saya memang lebih menyukai film yang bertajuk romantis dan ada unsur religinya, apalagi ada bumbu komedinya - lengkap banget membuat saya pengen nonton seharian.


Film Air Mata Surga ini disutradarai oleh Hestu Saputra dan diangkat dari Novel Best Seller berjudul Air Mata Tuhan oleh Penulis Aguk Irawan. Rating film ini 8 dari 10. Cukup Fantastis!
Air Mata Surga adalah sebuah Film perjuangan seorang wanita menghadapi penyakitnya yaitu kanker rahim stadium akhir setelah dua kali mengalami keguguran, Fisha (Dewi Sandra) berusaha tegar dan kuat didepan suaminya (Richard Kevin) dan bahkan meminta suaminya untuk menikah dengan sahabatnya sendiri agar memiliki buah hati yang didambakan oleh mertua sebagai generasi ningrat.
Di awal cerita, Fisha mendapatkan tugas thesis program Pascasarjana dan mendapatkan Pembimbing yang masih muda, ganteng, dan kaya. Fikri, Lelaki yang akhirnya menikahi Fisha meski tidak lama mengenal. Fikri selalu mendapatkan inspirasi melalui bola mata Fisha dan Fikri menganggap Fisha adalah Ranting Terindah. Meski Fikri dijodohkan oleh Ibunya dengan wanita dari anak sahabat Alm. Suaminya namun Fikri tetap pada pendiriannya. Fikri yakin dengan pilihannya. Begitu sebaliknya dengan Fisha, ada sahabat sejak kecil yang menaruh hati padanya, Hamzah yang mengirim surat cinta kepada Fisha. Namun Fisha menganggap Hamzah adalah Kakak dan tidak lebih dari perasaan tersebut.
Setelah Fikri dan Fisha menikah ternyata sang ibunda fikri benar-benar tidak menyukai fisha, bahkan disaat fisha belum bisa memberikan cucu, ibu fikri memaksa fikri untuk segera menceraikan fisha dan menikahi wanita pilihan ibunya. sang nenek yang ikut pertemuan itu merasa sedih dan akhirnya jatuh sakit.
Fisha akhirnya melakukan pengorbanan dan perjuangan hati yang cukup berat, ia meminta Weni - sahabatnya untuk menikah dengan Fikri, suaminya. Fikri dan Weni sama-sama menolak permintaan tersebut. Namun karena Fisha memohon dengan air mata berderai akhirnya keduanya menikah dan Fisha masih berusaha kuat dengan penyakit kanker rahim yang dideritanya dengan harapan weni dapat memberikan keturunan dan membahagiakan suaminya. Fisha akhirnya menutup mata ditempat ia pertama kali bertemu dengan fikri, pembimbing thesis sekaligus suaminya. Fikri merasa sedih dan kehilangan Ranting Terindah miliknya. Tamat!
Copyright © Catatan9empat. All rights reserved. Template by CB. Theme Framework: Responsive Design