Review Film My Idiot Brother

Mumpung Cerita Filmnya masih anget di ingatan, buru-buru deh jadiin postingan di blog ini, manatau aja pembaca sekalian bingung mau nonton apa di weekend kali ini atau tertarik untun nonton film sedih dan buat mewek. Film ini sebenarnya keluaran Oktober 2014, dikarenakan lokasi bioskop di daerah rumah tidak ada dan file film yang ori belum ada muncul di Internet pada tahun tersebut. So, saya baru dapat nonton sekarang dan tepatnya baru ingat akan judul film pernah jadi list movie yang harus di tonton. Untuk yang belum nonton Film My Idiot Brother silahkan klik link ini untuk download atau streaming langsung. 
Dan bagi teman sekalian yang belum pernah nonton film ini tapi belum sempat nonton, boleh disarankan baca Review Film My Idiot Brother disini kok, ya kalau sobat sekalian merasa senang dan tertarik untuk membaca disini. hehe

Tentang Film My Idiot Brother
Rilis : Oktober 2014
Produser : Hamdhani
Produksi : Rumah Satu Film
Genre : Drama (Tentang Keluarga)
Sutradara : Alyandra
Pemain :
Ali Mensan sebagai Hendra yang memiliki latarbelakang mental sejak lahir
Adila Fitri sebagai Angel (Adik Hendra) yang mirip dengan Artis Shandy Aulia
Donny Kusuma sebagai Papa Hendra dan Angel
Cindy Fatikasari sebagai Mama Hendra dan Angel, Ibunda yang penyabar banget
Aaron Ashab sebagai Aji, Teman Sekolah Angel yang suka dengan Angel
Kimberly Rider sebagai Teman Sekolah Angel, saingan sekaligus benci Angel
Film ini diangkat dari Kisah Novel My Idiot Brother karangan Agnes Davonar


Film ini Sedih buaaanget. Film ini sukses membuat air mata saya jatuh berkali-kali. Rekomendasi film ini buat sobat semua. Pesan moralnya nyentuh banget. Aktingnya Ali Mensan sebagai Hendra itu emang ngeselin, nyebelin, terharu banget dan bener-bener buat oranglain harus sabar dan kuat. Jago dan luar biasa banget ya jadi peran cacat mental gitu, kasihan banget :( Pengorbanannya yang terakhir buat sih Adila Fitri sebagai Angel, Adiknya bener-bener terharu, menyedihkan dan nangis berkali-kali. 

Cerita Film My Idiot Brother
Hendra merupakan kakak laki-laki Angel yang memiliki latarbelakang mental sejak lahir hingga dewasa. Hendra hobi makan cokelat, suka bermain monopoli dan juga mengikuti kegiatan sekolah (mungkin Sekolah Luarbiasa). Namun begitu, Hendra terlihat menyayangi adiknya dan peduli dengan adiknya, Angel. 
Sedangkan Angel, adik Hendra yang merasa malu dengan teman sekolahnya memiliki kakak kandung cacat. Bahkan Angel terkadang merasa kesal dengan sikap dan kelakuan kakaknya yang suka mengamuk dan marah. Terkadang juga, Angel perhatian dan memiliki kasih sayang dengan kakaknya. 
Perhatian penuh kedua orangtuanya memang sungguh luar biasa, untungnya Hendra berada di tengah keluarga yang baik dan mampu dalam materi (kaya). 
Pernah suatu waktu, Papa mereka mengajak jalan-jalan dan berangkatlah mereka ke Dufan dan menikmati permainan dan fantasi disana. Saat Papa dan Mama menitipkan Hendra kepada Angel untuk membeli air minum sebentar, Angel meninggalkan Hendra sendiri di taman duduk karena ingin menikmati dunia fantasi, Hendra yang memegang boneka pun merasa senang saat bertemu robot berjalan hingga akhirnya Hendra terkurung didalam suatu ruangan dan beberapa hari hilang. Mama Angel sangat marah kepada Angel dan Angel merasa bersalah dan selalu disalahkan. Angel pun merasa kangen dan mengharapkan pertemuan dengan kakaknya, Papa sibuk mencari Hendra dan meminta bantuan polisi. 
Di pagi hari Hendra membangunkan Angel, Angel pun memeluk erat kakaknya yang sangat rindu dan mengkhawatirkan sosok kakaknya. Angel mulai peduli, sayang dan berusaha ada untuk kakaknya, mereka bermain ke taman hijau dan Angel curhat perasaannya kepada kakaknya, tapi sang kakak yang tidak mengerti apa-apa ia asyik memperhatikan taman dan rerumputan. 
Angel yang merasa suka dan jatuh hati pada teman sekolahnya yakni Aji, ia pun datang pada Pesta Ulangtahunnya di kafe cokelat yang dekat dengan rumahnya. Angel berdandan cantik hingga telat datang dan lupa membawa kado yang telah dipersiapkan cantik. Angel memang cantik dan penuh pesona... 
Sang kakak, Hendra tiba-tiba datang dengan membawa kado Angel yang lupa dibawa. Ia mengantarkan ke Pesta Ulangtahun Aji. Perjuangan kakak rupanya malah membuat kekacauan pesta tersebut, lantaran Angel merasa malu memiliki sang kakak yang cacat mental, Angel berlari pulang dan membentak, memarahi sang kakak. Hendra yang tak mengerti apa-apa hanya bisa menangis dan mengejar adiknya, Angel. 
Hendra jatuh dan terguling dari dataran rumputan tinggi, mengetahui hal tersebut Angel pun mengejar dan berusaha menolong kakak. Namun sangat menyakitkan, Hendra malah tertabrak mobil dan mengalami kecelakaan, begitu juga menyusul adiknya Angel. Keduanya masuk rumah sakit dan mengalami luka parah, Angel butuh transplantasi hati. 
Beberapa hari dirumah sakit, Angel sadar dan mencari sang kakak 'Hendra' dan menanyakan kabarnya kepada Papa dan Mama. Angel menangis, menyesal dan ingin meminta maaf. 
Mama memberikan kado ulangtahun spesial dari sang kakak "Hendra" kepada Angel dan mengatakan “Ada kalanya kita semua jenuh dengan sikap Hendra. Tapi, Hendra adalah titipan Tuhan yang SPESIAL bagi keluarga Kita”. Karena Hati Kak Hendra sekarang ADA di HATI Angel
Tamat!

8 komentar:

  1. jarang ngelihat film indo, hehehe..., tapi klo di liat sinopsisnya sepertinya bagus..., cerita kehidupan....

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup cerita kehidupan keluarga mas.. sedihh lho :D

      Hapus
  2. Benar-benar menguras air mata. Pesan moralnya mengalir, alami. Aku juga sudah nonton, dear

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah bner bun. apalagi kita naluri seorang wanita ya yg mudah terbaur dgn perasaan..heheh

      Hapus
  3. Pernah nonton film ini di tv.
    Keren deh. Rada-rada bikin kita terenyuh.. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya prnh tayang di TV son..
      klo cwok sehati spt aku pasti mewek son.. :D

      Hapus
  4. baru tahu kalau ada film ini..., jadi penasaran.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Langsung chus nonton bunda sally :) hehe

      Hapus

Koment aja sob selagi gratis, tapi jangan nyepam link hidup!

Copyright © Catatan9empat. All rights reserved. Template by CB. Theme Framework: Responsive Design